Senin, 14 Mei 2012

Upgrading BEM REMA UPI 2012

Mengenang kebersamaan awal. Melihat gambar ini teringatkan kepada indahnya kebersamaan. Dibalik kebersamaan yang ceria inilah, kami dibuli (ko' kami??) sampai basah-basahan, kotor-kotoran, ckckck.
Siapa kami? ya. kami ini saya dan juga teman-teman yang lain (presiden, wakil presiden, serta menteri-menteri BEM REMA UPI 2012). Hampir seluruh menteri, kecuali menteri-menteri akhwat, diceburkan ke kolam di sana. Walaupun tidak sampai diceburkan, saya tetap basah dan kotor. Dan entah kemana menteri akhwat yang lain, katanya mah sembunyi sampai perangnya selesai. dan benarlah, mereka muncul ketika perang selesai. hmmm... lucu sekali ya mereka (saya gendokk dibuli sendiri).
Meskipun begitu, saya tetap senang bisa melihat semuanya terlihat akrab. Hmm, mereka terlihat ceria walaupun banyak program yang harus mereka kerjakan ke depannya. Banyak hal yang harus kita lakukan untuk terus membangun bangsa ini (weiiiiiissss)....mudah-mudahan foto di akhir kepengurusan nanti bisa lebih banyak dan lebih solid dari ini. aamiin ^_^

Jumat, 11 Mei 2012

SNSD-Dear Mom Lyrics


This song always reminds me to my mom
hmmmm so sad
check this out
Dear Mom-SNSD

서현: 오늘은 왠지 힘들고 지쳐
베개를 끌어안은 채 혼자 방안에 남아
제시카: 전화길 만지작거리는 나의 마음이
웬지 오늘따라 외로운거죠

써니: 갑자기 울린 전화에 놀라
밥 먹었는지 걱정하는 엄마 목소리가
태연: 귀찮게 들렸던 그 말이 오늘은 다른걸
잊고 있었던 약속들이 떠올라요

All: 마음이 예쁜 사람이 될게요
남을 먼저 생각하는 사람 될게요
티파니: 엄마의 사랑의 바램들을 지켜갈게요
윤아: 나와 꿈을 함께 나누던
제시카: 내 머릴 빗겨주던 엄마가 생각나

유리: 때론 잘못된 선택들로 아파했지만
아무 말 없이 뒤에서 지켜봐 주셨죠
티파니: 서툴고 어린 아이지만 이젠 알 것 같아요
엄마의 조용한 기도의 의미를

All: 마음이 예쁜 사람이 될게요
남을 먼저 생각하는 사람 될게요
태연: 엄마의 사랑의 바램들을 지켜갈게요
효연: 나와 꿈을 함께 나누던
써니: 내 머리를 빗겨주던 엄마가 생각나

제시카: 어떡하죠 아직 작은 내 맘이
서현: 엄마의 손을 놓으면 혼자 잘할 수 있을지
태연: 아직 부족한 것 같아 난 두려운 걸요

All: 지혜로운 엄마의 딸 될게요 (태연: 나에게 용기를 줘요)
어딜가도 자랑스런 딸이 될게요 (티파니: You’ve been there for me)
제시카: 엄마의 사랑의 바램들을 지켜갈게요
수영: 한없이 보여준 사랑만큼
태연: 따스한 맘을 가질게요
티파니: 수줍어 자주 표현 못했죠

서현: 엄마 정말로 사랑해요

In English:

I’m feeling tired today
Left alone in the room hugging a pillow
Touching my phone distracted my mind
It’s lonely to eat tonight

Suddenly, i was frightened by the ringing phone
my mom’s worried voice asked if i’ve eaten
these words annoyed me but today it’s different
The forgotten promises are remembered

I will be a person with pretty heart
And become a person who is selfless
I’ll keep the love of my mother’s wishes
I think of mother who used to share my dreams and brush my hair

Though I’ve made hurtful wrong choices
You silently watched over me from behind
But now I think more than an innocent child
The meaning of mom’s silent prayers

I will be a person with pretty heart
And become a person who is selfless
I’ll keep the love of my mother’s wishes
I think of mother who used to share my dreams and brush my hair

What will i do, yet my heart is small
Can I do better without holding mother’s hand

I’m afraid that it will still lack
I’ll be a wise daughter of my mom (Give me the courage)
I will be a proud daughter no matter where I go (You’ve been there for me)
I’ll keep the love of my mother’s wishes
I’ll show endless love
I’ll have a warm heart
I’m shy to express to mom

That I really love my mom

Perilaku Organisasi

BAB I
APAKAH PERILAKU ORGANISASI ITU?

Perilaku Organisasi
Menurut Skiner (1938) seorang ahli psikologi, perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). Sedangkan istilah organisasi menurut Prof Dr. Sondang P. Siagian, “organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang / beberapa orang yang disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.”
Perilaku organisasi adalah satu bidang studi. OB mempelajari 3 determinan dalam organisasi : Individu, kelompok, dan struktur. Di samping itu, OB menerapkan pengetahuan yang didapatkan tentang dampak individu, kelompok, dan struktur pada perilaku agar organisasi berjalan lebih efektif.
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen yang  umum dikenal adalah menurut Henry Fayol yang terdiri dari empat, yaitu planning, organizing, actuating, dan controlling.
1)    Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu.
2)  Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut.
3)    Pengarahan (actuating),menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif.
4)    Pengendalian (Controlling) atau pengawasan adalah proses untuk mengamati secara terus menerus pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana kerja yang sudah disusun dan mengadakan koreksi jika terjadi.
Peran – Peran Manajemen
Otoritas formal yang dimiliki seorang pemimpin memunculkan tiga peran interpersonal (hubungan antar manusia), tiga peran informasional (berkaitan dengan informasi); dan peran desisional (berkaitan dengan pengambilan keputusan).
1)      Peran Interpersonal (Interpersonal Role)
Tiga peran pemimpin yang muncul secara langsung dari otoritas formal yang dimiliki pemimpin dan mencakup hubungan interpersonal dasar, yaitu:
a)         Peran sebagai yang dituakan (Figurehead Role)
b)        Peran sebagai pemimpin (Leader Role)
c)         Peran sebagai Penghubung (Liaison Role)
2)      Peran Informasional (Informational Role)
Dikarenakan kontak interpersonalnya seorang pemimpin muncul sebagai pusat syaraf bagi unit organisasinya. Pemrosesan informasi merupakan bagian utama (key part) dari tugas seorang pemimpin. Tiga peran pemimpin dalam aspek irformasional tersebut adalah sebagai berikut.
a)         Peran sebagai monitor (Monitor Role)
b)        Peran sebagai disseminator (Disseminator role)
c)         Peran sebagai Juru bicara (Spokesman Role)
3)      Peran Pengambilan Keputusan (Decisional Role)
Berkaitan dengan peran pemimpin sebagai pengambil keputusan terdapat empat peran pemimpin, yaitu:
a)         Peran sebagai wirausaha (Entrepreneur Role)
b)        Peran sebagai pengendali gangguan (Disturbance handler Role)
c)         Peran sebagai yang mengalokasikan sumberdaya (Resource allocator Role)
d)        Peran sebagai negosiator (Negotiator Role)
Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga keterampilan tersebut adalah:
Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi yang kemudian dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu yang terangkum dalam rencana kerja.
2)        Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)
Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya sehingga membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan.
3)        Keterampilan teknis (technical skill)
Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.
Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu:
Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana.
5)        Keterampilan membuat keputusan
Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager).
Empat kegiatan manajerial yang biasa dilakukan para manajer, yaitu :
1)      Manajemen tradisional (pengambilan keputusan, perencanaan dan pengendalian),
2)      Komunikasi (bertukar informasi rutin dan memproses dokumen),
3)      Manajemen SDM (memotivasi, mendisiplinkan, mengelola konflik, mengalokasikan staf dan melatih),
4)      Pembangunan jaringan (bersosialisasi, berpolitik dan berinteraksi dengan orang-orang luar).
Pendekatan sistematik yang digunakan dalam buku ini akan menyingkapkan fakta-fakta dan hubungan-hubungan penting serta akan memberikan dasar untuk membuat perkiraan-perkiraan tentang prilaku yang lebih akurat. Fondasi pendekatan sistematik ini adalah keyakinan bahwa perilaku itu tidak bersifat acak. Perilaku berasal dan diarahkan menuju satu titik akhir yang diyakini pelaku entah benar atau salah sebagai kepentingan terbaiknya. Perilaku umumnya dapat diperkirakan jika kita tahu bagaimana orang tersebut menyikapi situasi dan apa yang penting baginya.
Perilaku organisasai merupakan ilmu perilaku terapan yang dibangun dengan dukungan sejumlah disiplin perilaku. bidang –bidang yang menonjol adalah psikologi, sosiologi, psikologi social, antropologi, dan ilmu politik.
1.      Menyikapi Globalisasi
2.      Mengelola Keberagaman Tenaga Kerja
3.      Peningkatan Kualitas dan Produksivitas
4.      Menyikapi Kelangkaan Tenaga Kerja
5.      Peningkatan Layanan Pelanggan
Ada dua bidang yang harus di kuasai pada level ini yaitu manajemen diri dan manajemen waktu.
1.      Manajemen Diri
2.      Manajemen Waktu
Variabel – variabel dependen adalah faktor – faktor kunci yang akan dijelaskan atau perkirakan dan yang terpengaruh sejumlah faktor lain. Hal ini lebih ditekankan pada produktivitas, keabsena, pengunduran diri karyawan, kewargaan, dan kepuasan kerja.
           Variabel-variabel independen ini terdiri dari variabel-variabel individu dan variabel-variabel kelompok.
Variabel – variabel individu. Terdapat empat variabel level – individu lain yang terbukti mempengaruhi perilaku karyawan, persepsi, pengambilan keputusan individu, pembelajaran, dan motivasi.
Variabel level kelompok merupakan perilaku seseorang dalam kelompok melebihi jumlah total semua orang tersebut yang bertindak sendiri. Langkah berikutnya untuk lebih mengerti tentang perilaku organisasi adalah mempelajari perilaku kelompok.
Variabel – Variabel Level Sistem Organisasi
      Variabel – variabel level sistem organisasi adalah perilaku organisasi menjangkau level tertinggi kecanggihan ketika kita menambahkan struktur formal ke dalam pengetahuan kita sebelumnya tentang individu dan berkelompok. Rancangan organisasi formal, proses kerja, dan pekerjaan; kebijakan–kebijakan dan praktik–praktik sumber daya manusia (yakni, proses seleksi, program–program latihan, metode–metode evaluasi kinerja), dan kebudayaan internal semua berdampak pada variabel–variabel dependen.
Sumber:

Selalu ada Hikmah Dibalik Sebuah Cerita

Kisah...Cerita...Pengalaman...Perjalanan Hidup, atau apapun...
Pernah saya liat (bahkan saya sendiri juga pernah mengalami) orang yang begitu terpuruk ketika kegagalan menghampiri, atau orang yang terlalu suka cita ketika kesuksesan menghampiri. Terus, ada yang salah dengan semua itu? ya memang tidak ada yang salah. wajar jika ada orang yang begitu sedih ketika gagal dan ada orang yang begitu bergembira ketika kebahagiaan menghampirinya. lalu kenapa? kenapa dibahas?

owh begini segala alur kehidupan yang kita jalani itu merupakan ketentuan Allah SWT. Tidak ada yang luput dari ketentuannya. Betul betul betul? bahkan kematian semut pun itu merupakan ketentuannya. Lalu kenapa Allah memberikan kesedihan kepada makhluk-Nya? kenapa ga kebahagiaan aja? atau kenapa seluruh manusia yang di dunia ini ga dijadikan orang baik aja biar masuk surga semuanya? ya sebenarnya hal itu mudah bagi Allah SWT. tapi perlu diketahui kawan bahwa surga itu indah, sangat indah, paling indah dari apapun. sekarang coba kita bayangkan mungkinkah hal yang terindah dibayar dengan harga murah? rasanya ga mungkin, bukan rasanya sih, tapi memang ga mungkin.

sebentar, apa hubungannya dengan judul diatas????())^^^&^$^#%*&#(tuing tuing tuing)
begini kawan... Apapun yang menimpa kita (berat banget kayanya ya), ambillah hikmahnya. jangan berpikir bahwa Allah tidak sayang pada kita atau  Allah tidak adil kepada setiap makhluk-Nya. Tapi let's try to think positively. Berpikirlah bahwa Allah lebih sayang sama kita, Allah mengizinkan kita untuk melalui fase gagal karena Allah ingin melihat kita menjadi sosok yang lebih tangguh dari sebelumnya. Allah ingin melihat usaha terbaik kita.

Lalu bagaimana dengan kebahagiaan? sama... kebahagiaan pun tidak lantas membuat kita menjadi lupa bahwa kebahagiaan itu diberikan oleh-Nya. So... setiap apa yang kita terima sudah seharusnya kita bersyukur atas nikmat tersebut. Minimalnya kita mengucapkan alhamdulillah dengan sungguh-sungguh. lebih dari itu, kita bisa berbagi dengan orang lain. Berbagi harta, berbagi ilmu, menyunggingkan senyum yang ikhlas. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan rasa syukur kita kepada-Nya. Tentunya diniatkan lillah, bukan linnas. Memang tidak semudah diucapkan, tapi yang harus kita lakukan adalah mencobanya dan terus mencobanya.

Oleh karena itu, mulailah untuk merasai nikmat dan menyadari bahwa nikmat yang Allah berikan baik beupa ujian kemudahan ataupun ujian kesusahan tesebut adalah dua hal yang bisa membuat kita tahu seberapa besar rasa syukur kita, seberapa tingginya tingkat kesabaran kita. Allah Maha Melihat apa yang kita kerjakan, Allah Maha mendengar apa yang kita niatkan. Allah Maha Adil kepada setiap makhluk-Nya. Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaahaillallah, wallahu akbar


wallahu'alam bishshowab