Siang-siang gini kajian pendidikan...MANTAP mamen
tema kajian siang menuju sore ini adalah "Sekolah bubarkan saja!" katanya...
Melihat dari beberapa orang ilmuwan zaman dulu seperti Thomas A. Edison yang dikeluarkan dari sekolah tapi tetap dapat menjadi seorang yang berpengaruh melalui karyanya bagi dunia. Lantas bagaimana dengan sekarang? Menurut Chu Dhiel dalam bukunya "Sekolah Bubarkan Saja!", ia berpendapat bahwa sekolah hanya membuat manusia berada di dunia khayalan karena mereka disibukkan dengan belajar di kelas tanpa mengaktualisasikannya.
Teori pendidikan kritis, yang salah satunya adalah Teori Paulo Freire, mantan menteri pendidikan Brazil. Menurut beliau, sekolah yang ideal adalah sekolah yang menekankan pada progresivitas atau kemajuan. Dia memberikan catatan penting bahwa lingkungan sekolah harus membuat siswa nyaman berada di sekolah layaknya di rumah (feel at home). Sekolah harus memberikan kenyamanan bagi siswa sehingga ketika berada di sekolah, siswa tidak merasa berada di penjara. Menurutnya, sekolah hanya institusi kapitalis yang menciptakan peraturan-peraturan aneh.
Dalam teori pendidikan kritis, guru dan murid disamakan sebagai subjek. Artinya baik siswa ataupun guru merupakan pembelajar. Namun, menurut saya tidak selamanya guru sebagai subjek, pun sama halnya dengan siswa. Peran dan posisi keduanya dapat difungsikan menurut kondisi tertentu.
Menurut kaum pragmatis, pendidikan tidak penting karena tidak memberikan manfaat secara langsung. Baig mereka suatu hal yang dikerjakan harus memberikan manfaat langsung atau praktis bagi kehidupan.
Dalam hal ini, yang harus kita benahi adalah mindset kita (baca: seluruh bangsa) bahwa sekolah bukan hanya untuk menghasilkan selembar ijazah sebagai alat untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, tetapi setiap insan memang membutuhkan ilmu. Saat ini, orang memang lebih mengandalkan Bang Google untuk membantu mengerjakan tugas sebagai bahan referensi daripada mencari dan membaca buku secara langsung. Namun, disadari atau tidak, dorongan dari semakin canggihnya teknologi semakin mendorong kita untuk belajar lebih. Setidaknya, keberadaan sekolah memaksa kita untuk terus belajar.
Jadi, kesimpulannya adalah kita tidak perlu menghilangkan atau membubarkan sekolah. Tapi yang harus dibenahi di sini adalah semua hal mengenai pendidikan mulai dari tujuan pendidikan sampai kegiatan praktis dalam pembelajaran.
Wallahu a'lamu