Manusia boleh berencana dan berusaha, namun pada akhirnya kita belum tahu hasilnya akan seperti apa. ya, seperti itulah statement pertama saya yang ingin saya share-kan di sini. Begitu banyak keinginan manusia yang satu dengan manusia yang lainnya untuk melukiskan sejarah hidupnya. Namun tidak setiap harapan mereka itu dapat tercapai. Kenapa? karena hidup kita bergantung pada Dzat Yang Maha Kuasa. Awal mula ada tulisan ini karena salah satu harapan yang pernah saya tuliskan yang mungkin tidak akan tercapai. Tapi sebenarnya harapan ini tidak membuat saya terobsesi karenanya, harapan itu pun tidak begitu saya kejar. saya hanya melihat, melaksanakan, dan mengingatkan orang lain yang perlu untuk diingatkan. Saya pun tidak begitu memikirkan, "kenapa harapan saya tidak tercapai?". serius...
Apa sih harapan saya yang tidak tercapai itu?? Yaaa, ada lah, tapi yang harus saya pikirkan dan kerjakan sekarang adalah apa mimpi saya selanjutnya? Dan itulah yang harus saya kejar sekarang. Yupz... ngga bisa kalau kita hanya menanyakan kenapa tidak tercapai tanpa mengusahakan mimpi kita yang lain agar dapat segera terwujud.
Ayooo... Bersemangat untuk mewujudkan mimpi. Karena tanpa ada usaha, sekuat apa pun kita berdoa, mimpi itupun akan semakin menjauh dari hidup kita. Begitu pun sebaliknya, ketika kita usaha dengan ambisi yang kuat tanpa doa, tekanan yang berlebihan akan kita rasakan karena seperti judul di tulisan ini, "manusia boleh berencana, tapi manusia tak bisa menentukan".
Berikut ini adalah tulisan teman saya, "Tapi, pada hakikatnya, ketentuan Tuhan didasari atas bagaimana usaha manusia meniti jalan pada sebuah "ketetapan" yang diharapkannya. Menanam benih durian, tidak mungkin berbuah pisang. Begitulah takdir Tuhan bekerja. Sama halnya dengan janji Tuhan untuk kemenangan Islam di Mekah dahulu. Janji-Nya, disambut oleh Rasul, bukan dengan berpangku tangan serta berdiam diri. Kerja Rasulullah dan para sahabatnya, menyongsong janji-Nya. Artinya, ada sinergi antara janji, harapan, dan kinerja. Ketiga unsur ini mesti bersahabat dan dalam satu nada yang harmoni. Dengan hal ini, maka, sesungguhnya manusia bisa menentukan takdirnya sendiri. Tentu, "tangan Tuhan" selalu ada menuntun. Sesuai sabda-Nya, ia hanya akan mengubah, jika manusia mengubah."
Saya sepakat dengan tulisan di atas. Bukan karena tak punya alasan, karena logisnya memang tak mungkin bisa menghasilkan pohon kalau yang kita tanam adalah rumput.