Diawal kita bersua
Mencoba untuk saling memahami
Keping-keping dihati
terajut dengan indah
Rasakan persaudaraan kita
Dan masa pun silih berganti
Ukhuwah dan amanah tertunaikan
Berpeluh suka dan duka
kita jalani semua
semata mata harapkan ridhoNYA
Sahabat tibalah masanya
Bersua pasti ada berpisah
Bila nanti kita jauh berpisah
Jadikan rhobitoh pengikatnya
jadikan doa ekspresi rindu
Semoga kita bersua disyurga
Lirik lagu ini mampu membuat saya meleleh dengan cepat sembari membuka foto-foto kenangan kebersamaan bersama orang-orang yang sudah saya anggap seperti keluarga.
Senin, 25 Februari 2013
Selasa, 19 Februari 2013
Kamu dan Duniamu
Ini adalah hari keempat saya bergabung dalam suasana lingkungan yang luar biasa. Luar biasa membuat saya bersyukur, luar biasa membuat saya terus belajar untuk bersabar, luar biasa berada dalam lingkungan yang amazing. Hari Senin lalu saya mencoba untuk masuk ke sebuah kawasan yang belum saya bayangkan sebelumnya.
Hari itu saya dikenalkan dengan seorang gadis cantik (10) yang awalnya enggan untuk ditanya namanya sekalipun. sedikit demi sedikit coba saya dekati dengan cara saya. Respon awalnya memang tidak terlalu terbuka, tapi ia pun mulai bisa membuka suaranya. sedikit paksaan, ia bisa menjawab. sedikit desakan, ia bisa sedikit fokus. Sedikit saja. Namun, itulah yang saya harapkan hingga akhirnya ia pun menceritakan hal yang mungkin tidak biasa diceritakan pada orang yang baru dikenalnya.
Yaa, dengan mengenalnya, saya berharap dia mulai bisa ngobrol dengan teman sebayanya, dia bisa main layaknya seorang anak yang senang berkumpul dan beraktualisasi di usianya, dia bisa percaya diri menjawab/ merespon apapun pertanyaan/ pernyataan yang dilontarkan padanya. Ya, itulah yang saya harapkan saat ini. Pertanyaannya, memang apa yang terjadi dengannya?
Yaa, dengan mengenalnya, saya berharap dia mulai bisa ngobrol dengan teman sebayanya, dia bisa main layaknya seorang anak yang senang berkumpul dan beraktualisasi di usianya, dia bisa percaya diri menjawab/ merespon apapun pertanyaan/ pernyataan yang dilontarkan padanya. Ya, itulah yang saya harapkan saat ini. Pertanyaannya, memang apa yang terjadi dengannya?
Saya ingin sedikit menggambarkan bagaimana ia
selama empat hari saya mengenalnya. Saya rasa, gadis cantik ini sangat perlu
latihan untuk berbicara dan merespon orang lain di sekitarnya. Ia perlu banyak
dukungan baik di sekolah maupun di rumahnya karena kita tak bisa membiarkan ia
merasa sendiri dan anteng sendiri dengan teman 'khayalannya'. Hmmm
kutipan itu segaja saya berikan karena saya masih belum faham dengan yang
namanya teman 'khayalan'. Entah ada atau tidak, ia memang sesekali (cenderung
lebih sering) menyebutkan nama temannya itu. Dan saya pun ga tau dari mana dia
dapat mengartikan bahwa mereka adalah 'teman khayalan'. Pernahkah kamu memiliki
teman khayalan? atau pernahkah kamu memiliki teman yang memiliki teman
khayalan? Seperti apakah mereka? wallahu'alam kalimat yang tepat untuk
pikiran saya saat ini.
Imajinasi memiliki teman khayalan mungkin bukan
suatu hal yang gimana gitu..tapi apa memang iya hal itu bisa membuat
konsentrasi menjadi tak terarah? lagi..lagi...wallahu'alam. Tapi saya
menurut saya, apapun, bagaimanapun, kita harus mengupayakan segala hal agar
seorang anak yang memiliki teman khayalan dapat bersikap seperti anak-anak
biasanya. Dan menurut saya, seluruh aspek yang berhubungan dengan anak tersebut
pun harus mendukung terhadap pencapaian tujuan itu. Yaa jangan sampai seorang
anak berada dalam pikiran yang sangat jauh berbeda dalam waktu yang berbeda, sebenarnya
wajar sih kalau semua itu masih berada dalam area yang sama, bukan waktu yang
satu berada di dunia nyata dan waktu yang lain dihabiskannya untuk berada
dalam dunia khayalan (kecuali kalau sedang membuat dongeng kali yaa) karena
akan sulit baginya untuk kembali beradaptasi dengan dunia nyata tersebut.
Apapun kondisimu, saya hanya ingin membantumu
untuk menemukan hal yang bisa membuatmu menjadi istimewa berada dalam dunia
nyata ini. Entah bagaimana caranya. Tapi saya ingin membuatmu merasakan indahnya
memiliki sahabat nyata yang begitu dekat dan peduli pada diri kita. Insya
Allah, kamu pasti bisa.
Kamis, 03 Januari 2013
BOPTN oh BOPTN
#BOPTNohBOPTN ---> ??
Pagi ini si burung biru twitter penuh dengan hashtag #BOPTNohBOPTN ... dia berhasil mengalahkan #savestatutaupi yang sudah membahana dari beberapa bulan yang lalu. bertambangan jumlah rupiah di rekening tabungan mahasiswa baru cukup membuat banyak mahasiswa (baru ataupun lama) mempertanyakan perihal uang tersebut. Buat mahasiswa baru uang itu memang menjadi uang kaget yang mungkin bisa membantu dalam pembayaran SPP yang sudah di-autodebet sejak kemarin (2/1) yang akan ditutup tanggal 18 Januari nanti.
wow..salah satu teman kostn saya yang juga mahasiswa angkatan 2012 kemarin sudah begitu kaget dan mempertanyakan dari mana uang itu datangnya, tertanya dana BOPTN dari dikti yang sebenarnya sudah sampai kepada setiap universitas pada bulan Desember 2012 kemarin. taukah apa BOPTN itu? BOPTN yes, that's right -Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri-.
BOPTN ini merupakan program dari kemendikbud yang nantinya akan bermuara pada UKT.. apaan lagi tuh?? Uang Kuliah Tunggal. Sebenarnya, tujuan kemendikbud membuat program ini adalah tujuan yang mulia, yaitu untuk mengurangi biaya pendidikan masyarakat. Ko' bisa? nah, ini dia, BOPTN ini ( http://bapk.unnes.ac.id/files/BOPTN.pdf ) dimaksudkan agar biaya SPP perguruan tinggi tidak naik, dan juga dapat digunakan untuk pembangunan perguruan tinggi itu sendiri.
Sebenarnya saya ingin bertanya apakah uang itu diluar dari anggaran 20% alokasi APBN untuk pendidikan atau sudah termasuk di dalam anggaran yang 20%? tapi saya kira, apa yang saya tulis ini akan semakin memanjang, melebar, meninggi (dikalikan jadi volume donk yaa??).
Ya, maka dari itu, saya hanya ingin membahas tentang kejadian hari ini. Untuk pertanyaan saya yang tadi, nanti dicari lagi jawabannya berdasarkan data yang terpercaya.
Dengan adanya kejadian hari ini sampai admin @infoUPI cape melihat tweet yang membawa-bawa nama akunnya (supaya cepat menyebar juga sih), rekan-rekan saya berusaha mencari data untuk mencari kebenaran tentang #BOPTNohBOPTN dan berdasarkan narasumber yang insya Allah tepat akurat, uang yang kini sudah ada di dalam rekening setiap mahasiswa baru adalah benar uang BOPTN yang memang harus dibagikan..Lho.. Apa dari sananya memang seperti itu? Kenapa hanya mahasiswa baru? Yang membuat saya bingung lagi adalah setiap orang mahasiswa baru menerima 950.000, tapi kenapa teman kostn saya itu dapatnya 925.000?hal selanjutnya yang menambah daftar pertanyaan kami yang tadi koaarr koaarr di twitter.
Setelah menemui narasumber yang insya Allah akurart ini, jawaban yang diterima adalah uang itu benar uang BOPTN yang cair pada bulan Desember 2012 lalu dan harus sudah ada LPJ pada akhir bulan Desember 2012. Dalam waktu yang singkat ini, dana yang sudah cair itu harus dihabiskan daripada dikembalikan kepada pusat. Oleh karena itu, dana tersebut dibagikan secara cuma-cuma kepada mahasiswa baru angkatan 2012. Kenapa mahasiswa baru 2012? jawabannya adalah karena dana tersebut cair pada tahun 2012. Kenapa hanya maru (baca: mahasiswa baru) 2012? apakah hanya maru yang berhak? apakah mahasiswa di atas tahun 2012 tidak berhak menerimanya. Bukan karena iri atau apa ya, tapi kebijakan ini tentu belum terlihat sisi adilnya. saat ini musim bayar SPP dan yang akan membayar SPP itu bukan hanya maru saja, tapi seluruh mahasiswa yang tercatat di UPI. betul? Masalahnya adalah dalam anggaran BOPTN itu tidak ada alokasi anggaran seperti itu.
Ya, sepertinya saya akan menggantung tulisan ini, karena saya tak tau jawabannya.
Pertanyaan lain yang muncul adalah apkah harus selalu seperti itu? menghabiskan dana cuma-cuma agar dana tidak dikembalikan? kenapa dikti mencairkan dibulan Desember dan harus ada LPJ di bulan yang sama? kalau memang cair di bulan Desember dan harus dibagikan kepada mahasiswa baru, kenapa baru dicairkan pada bulan Januari? Ternyata budaya seperti itu memang sudah mengakar hingga sulit untuk digali, ketika ditebang pun akan tumbuh tunas-tunas baru yang sama dengan induknya. Hmmm... susah sekali untuk tidak ber-suudzan. Mudah-mudahan yang menerima dana BOPTN itu benar-benar menggunakannya untuk kebutuhan kuliahnya.
Wallahu'alam
Jumat, 19 Oktober 2012
Sekolah....masih perlukah??
Siang-siang gini kajian pendidikan...MANTAP mamen
tema kajian siang menuju sore ini adalah "Sekolah bubarkan saja!" katanya...
Melihat dari beberapa orang ilmuwan zaman dulu seperti Thomas A. Edison yang dikeluarkan dari sekolah tapi tetap dapat menjadi seorang yang berpengaruh melalui karyanya bagi dunia. Lantas bagaimana dengan sekarang? Menurut Chu Dhiel dalam bukunya "Sekolah Bubarkan Saja!", ia berpendapat bahwa sekolah hanya membuat manusia berada di dunia khayalan karena mereka disibukkan dengan belajar di kelas tanpa mengaktualisasikannya.
Teori pendidikan kritis, yang salah satunya adalah Teori Paulo Freire, mantan menteri pendidikan Brazil. Menurut beliau, sekolah yang ideal adalah sekolah yang menekankan pada progresivitas atau kemajuan. Dia memberikan catatan penting bahwa lingkungan sekolah harus membuat siswa nyaman berada di sekolah layaknya di rumah (feel at home). Sekolah harus memberikan kenyamanan bagi siswa sehingga ketika berada di sekolah, siswa tidak merasa berada di penjara. Menurutnya, sekolah hanya institusi kapitalis yang menciptakan peraturan-peraturan aneh.
Dalam teori pendidikan kritis, guru dan murid disamakan sebagai subjek. Artinya baik siswa ataupun guru merupakan pembelajar. Namun, menurut saya tidak selamanya guru sebagai subjek, pun sama halnya dengan siswa. Peran dan posisi keduanya dapat difungsikan menurut kondisi tertentu.
Menurut kaum pragmatis, pendidikan tidak penting karena tidak memberikan manfaat secara langsung. Baig mereka suatu hal yang dikerjakan harus memberikan manfaat langsung atau praktis bagi kehidupan.
Dalam hal ini, yang harus kita benahi adalah mindset kita (baca: seluruh bangsa) bahwa sekolah bukan hanya untuk menghasilkan selembar ijazah sebagai alat untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, tetapi setiap insan memang membutuhkan ilmu. Saat ini, orang memang lebih mengandalkan Bang Google untuk membantu mengerjakan tugas sebagai bahan referensi daripada mencari dan membaca buku secara langsung. Namun, disadari atau tidak, dorongan dari semakin canggihnya teknologi semakin mendorong kita untuk belajar lebih. Setidaknya, keberadaan sekolah memaksa kita untuk terus belajar.
Jadi, kesimpulannya adalah kita tidak perlu menghilangkan atau membubarkan sekolah. Tapi yang harus dibenahi di sini adalah semua hal mengenai pendidikan mulai dari tujuan pendidikan sampai kegiatan praktis dalam pembelajaran.
Wallahu a'lamu
Rabu, 17 Oktober 2012
Manusia boleh berencana, tapi manusia tak bisa menentukan
Manusia boleh berencana dan berusaha, namun pada akhirnya kita belum tahu hasilnya akan seperti apa. ya, seperti itulah statement pertama saya yang ingin saya share-kan di sini. Begitu banyak keinginan manusia yang satu dengan manusia yang lainnya untuk melukiskan sejarah hidupnya. Namun tidak setiap harapan mereka itu dapat tercapai. Kenapa? karena hidup kita bergantung pada Dzat Yang Maha Kuasa. Awal mula ada tulisan ini karena salah satu harapan yang pernah saya tuliskan yang mungkin tidak akan tercapai. Tapi sebenarnya harapan ini tidak membuat saya terobsesi karenanya, harapan itu pun tidak begitu saya kejar. saya hanya melihat, melaksanakan, dan mengingatkan orang lain yang perlu untuk diingatkan. Saya pun tidak begitu memikirkan, "kenapa harapan saya tidak tercapai?". serius...
Apa sih harapan saya yang tidak tercapai itu?? Yaaa, ada lah, tapi yang harus saya pikirkan dan kerjakan sekarang adalah apa mimpi saya selanjutnya? Dan itulah yang harus saya kejar sekarang. Yupz... ngga bisa kalau kita hanya menanyakan kenapa tidak tercapai tanpa mengusahakan mimpi kita yang lain agar dapat segera terwujud.
Ayooo... Bersemangat untuk mewujudkan mimpi. Karena tanpa ada usaha, sekuat apa pun kita berdoa, mimpi itupun akan semakin menjauh dari hidup kita. Begitu pun sebaliknya, ketika kita usaha dengan ambisi yang kuat tanpa doa, tekanan yang berlebihan akan kita rasakan karena seperti judul di tulisan ini, "manusia boleh berencana, tapi manusia tak bisa menentukan".
Berikut ini adalah tulisan teman saya, "Tapi, pada hakikatnya, ketentuan Tuhan didasari atas bagaimana usaha manusia meniti jalan pada sebuah "ketetapan" yang diharapkannya. Menanam benih durian, tidak mungkin berbuah pisang. Begitulah takdir Tuhan bekerja. Sama halnya dengan janji Tuhan untuk kemenangan Islam di Mekah dahulu. Janji-Nya, disambut oleh Rasul, bukan dengan berpangku tangan serta berdiam diri. Kerja Rasulullah dan para sahabatnya, menyongsong janji-Nya. Artinya, ada sinergi antara janji, harapan, dan kinerja. Ketiga unsur ini mesti bersahabat dan dalam satu nada yang harmoni. Dengan hal ini, maka, sesungguhnya manusia bisa menentukan takdirnya sendiri. Tentu, "tangan Tuhan" selalu ada menuntun. Sesuai sabda-Nya, ia hanya akan mengubah, jika manusia mengubah."
Saya sepakat dengan tulisan di atas. Bukan karena tak punya alasan, karena logisnya memang tak mungkin bisa menghasilkan pohon kalau yang kita tanam adalah rumput.
Sabtu, 13 Oktober 2012
Latihan Kepemimpinan Mahasiswa ^_^
Latihan Kepemimpinan Mahasiswa (LKM) yang saat ini (13/10) dilaksanakan di HIMAPENA (Himpunan Mahasiswa Pendidikan Manajemen Perkantoran) mengingatkan saya ketika mengikuti LKM 3 tahun yang lalu, ketika saya masih menjadi mahasiswa baru Universitas Pendidikan Indonesia.
Saat itu saya ingat bahwa saya masih menjadi seorang mahasiswa yang tertunduk malu untuk mengungkapkan pendapat, saran, interupsi, sanggahan atau apa pun itu namanya. Terasa betul ketika saat itu kerongkongan terasa kaku untuk berucap, tangan pun terasa mempunyai beban 5 kg sehingga berat untuk mengangkat tangan. Yaa saya merasakan itu dan sekarang saya sudah bisa berbicara di depan publik walaupun terkadang awalnya sedikit deg-degan, tapi ke depannya mah insya Allah lancar, yang penting punya materi yang akan dibicarakan dan kita paham itu.
Saya merasa bahwa saat ini saya bisa mengajar di kelas (selain dari tuntutan), bicara di depan publik, itu karena saya merasakan indahnya mengikuti seluruh kegiatan dan yang dilaksanakan kaka tingkat saya dulu. Selain itu, saya pun mengikuti kegiatan di luar Himpunan karena saya merasa haus akan kegiatan yang membuat saya bisa kenal orang lebih banyak, tau info lebih banyak, dan juga pengalaman yang lebih banyak.
Saya merasa beruntung walaupun terkadang saya sulit untuk berkumpul dengan teman-teman secara intensi, agak kesulitan mencari waktu untuk mudik (dan alhamdulillah orangtua saya tidak pernah mempermasalahkan kegiatan saya sejauh saya dapat menjelaskan tentang kegiatan apa saja yang saya ikuti).
Dalam sidang kali ini, saya pun melihat raut wajah kebingungan dari adik-adik tingkat saya (mungkin dulu saya juga gitu kali yaaa...). Bingung, ga ngerti harus gimana, pusing banyak pro kontra, ganti keputusan atau tidak. yaa...tapi semua itu membuat kita lebih kritis, kenapa gini, kenapa ga gitu? pusing kan?? ya tapi itu yang justru saya suka, mempertahankan pendapat dengan mekanisme yang jelas.
Saya ingin memberitahukan bahwa selain sidang, di LKM ini pun kita juga belajar tentang manajemen aksi dan simulasinya, debat, dan masih banyak lagi.. Makanya, nyesel deh bagi kalian yang ga merasakan hal itu (eh...kegiatan ini kan wajib buat seluruh mahasiswa baru ya??!!). Siiiiiippp
Bagi siapapun yang mungkin membaca tulisan ini pasti ada yang percaya atau tidak bahwa organisasi itu mempunyai pengaruh yang besar bagi kehidupannya. mau tau ada manfaatnya atau tidak?? silakan rasakan langsung, terjun ke dalam dunia organisasi dan buktikn ada manfaatnya atau tidak?! hehehehe......
Kalau ada mahasiswa baru yang membaca tulisan ini, saya sarankan untuk mengikuti banyak kegiatan selama masih menjadi mahasiswa S1 karena ini adalah kesempatan yang sangat berharga untuk bekal kehidupan kita selanjutnya. Ingat lhooo nyesel itu diakhir, bukan diawal. Jadi silakan renungkan matang-matang (tapi jangan terlalu lama yaaa, nanti keburu habis waktunyaaa).
Menurut kakak tingkat saya (yang baru lulus), beliau mengatakan bahwa organisasi memiliki pengaruh yang sangat besar ketika terjun ke kehidupan nyata (baca: kehidupan masyarakat). Bahkan ada yang menyebutkan bahwa hanya 20% ilmu yang dipelajari di bangku kuliah yang akan berpengaruh dalam kehidupan kita selanjutnya. Tapi bukan berarti kita meninggalkan kuliah juga yooo...
Rabu, 03 Oktober 2012
Sore-sore gini kantin JakNas
Sore ini saya ikut kajian, tapi saya ga
mengeluarkan argumen apapun, bukannya tidak mau, tapi saya bingung...sebenarnya
masalah yang dibahas sore ini bukan masalah yang asing lagi.. kenapa sistem di
Indonesia seperti ini? kenapa kebijakan di Indonesia seperti ini? dan akhirnya
saya bingung mau berargumen apa....
Dan kajian Kementrian Luar Negeri BEM REMA UPI
Kabinet UPI Positif sore ini, Rabu, 4 Oktober 2012 adalah Energi, Keadilan, dan
Kedaulatan dengan pemateri Ramadhani Pratama Guna, ST.
Dan inilah hasil tangkapan saya dari mengikuti
kajian tersebut....
Indonesia masih kaya akan minyak bumi...
2001---> UU No. 22 tahun 2001 tentang migas
yang menjadi titik tolak perparahan pengelolaan migas. mengapa??
UU No. 22 tahun 2001 ini disahkan pada masa
kepemimpinan Abdurrahman Wahid.
oil lifting in Indonesia 1.050.000 barrel. jumlah
ini dibagi untuk pertamina 2/3 bagian (dari jumlah ini, Indonesia mengimpor 1/2
bagian dari jumlah yang diterima pertamina untuk memenuhi kebutuhan minyak di
indonesia) dan 1/3 bagian minyak mentah diekspor ke perusahaan yang memiliki
aset di Indonesia.
Kebijakan SBY-Boediono:
* Indonesia mengimpor minyak mentah dan juga
minyak jadi (BBM)
Recovery cost: gambarannya, Indonesia menerima
pajak dari para pengolah, tetapi Indonesia yang membiayai biaya operasional
mereka.
Blok Natuna: cadangan terbesar di Indonesia
Blok Mahakam: juga cadangan terbesar, dikelola
oleh
"Perampokan migas" dilihat dari UU no
60 tahun 1960 diganti dengan UU no. 22 tahun 2001
*UU No 25 tahun 2007 tentang penanaman modal
--> pemilik modal diperbolehkan menguasai lahan selama 95 tahun (pada masa
raffles 45 tahun, pada masa Hindia Belanda 75 tahun)
* masalah gas tangguh (jual murah ke China)
* kasus gas Donggi-Senoro (diserahkan ke
Mitsubishi)
* Kasus WMO (perusahaan bodong)
* kasus blok semai V (Amerada HESS)
* Kasus Natuna D-Alpha (Exxon 100% sejak 1980n)
haduuuuuhh bodor yaaa....belibet pisan...
jadi sebenarnya di Indonesia ini harus seperti
apa? generasi muda Indonesia masih banyak PR nih..turunan dari orang-orang
terdahulu dan tantangan masa depan yang harus dihadapi..
Hidup Mahasiswa!!
Hidup Pemuda Indonesia!!
Minggu, 30 September 2012
Yuk nulis
Menulis... menulis
PMKI..apaan tuh??
Pelatihan Menulis Karya Ilmiah merupakan salah satu program kerja Kementrian Pendidikan BEM REMA UPI 2012 Kabinet UPI Positif yang memfasilitasi mahasiswa yang berminat untuk membuat proposal karya ilmiah. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Kamis (27/09) ini mengupas tentang bagaimana caranya menyusun proposal hingga menembus PIMNAS.
Setelah diingat-ingat, lama sekali tidak coba untuk menulis lagi. Saya jadi berpikir, "ngapain aja selama ini nuy?"..review....sudah baca apa nuy? sudah nulis apa nuy? ow ow postingan terakhir di blog ini entah bulan kapan....ya Rabbii faghfirlii..Dari pematerian ketika di PMKI membuat saya berpikir, "kitalah yang membuat sejarah, alur hidup kita tidak akan ada yang diingat jika tidak ditulis, yaa walaupun hanya tulisan biasa yang mungkin tidak berharga, setidaknya kita dapat mengingat kembali apa yang sudah kita lakukan hari kemarin atau beberapa saat yang lalu."
Yupz...
yuk kita coba untuk tuliskan, tulisan tentang kejadian buruk bisa kita jadikan sebagai pengingat agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Kejadian yang baik akan memberikan semangat baru bagi kita untuk terus berbuat yang yang lebih baik. Terlebih lagi jika tulisan kita dapat menggugah orang lain untuk memperbaiki dirinya dan membaikkan orang lain. LUAR BIASA!! Let's make our history with the writing! SEMANGAT!!
yuk kita coba untuk tuliskan, tulisan tentang kejadian buruk bisa kita jadikan sebagai pengingat agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Kejadian yang baik akan memberikan semangat baru bagi kita untuk terus berbuat yang yang lebih baik. Terlebih lagi jika tulisan kita dapat menggugah orang lain untuk memperbaiki dirinya dan membaikkan orang lain. LUAR BIASA!! Let's make our history with the writing! SEMANGAT!!
Back to PMKI....mau tahu apa aja yang saya dapatkan di PMKI?? just check this out!
Konsep PKM
- Program bagi mahasiswa (menumbuhkembangkan ide, gagasan, jiwa kewirausahaan sesuai dengan bidang keahlian)
- Kesempatan untuk berprestasi dan berkolaborasi secara ilmiah
- Memperoleh bantuan dana untuk melakukan kegiatan
Jenis-jenis PKM yang mungkin bisa kita ikuti antara lain: PKM-P (penelitian), PKM-T (teknologi), PKM-K (kewirausahaan), PKM-M (pengabdian pada masyarakat), PKM-KC (karsa cipta), PKM-GT (gagasan tertulis), dan PKM-AI (artikel ilmiah). Kita bisa menyusun proposal sesuai dengan minat dan keahlian kita dalam hal tertentu dari ketujuh tema tersebut..
Tahapan yang harus dilalui untuk menembus PIMNAS antara lain:
- Membuat proposal PKM yang tidak asal-asalan
- Aktif mencari informasi yang berkenaan dengan PKM yang diusulkan
- Mematuhi tahapan kegiatan PKM setelah dinyatakan proposal diterima
- Melaksanakan program PKM dengan benar sesuai dengan rencana
- Membuat laporan keuangan dan laporan akhir
- Presentasi di PIMNAS kalau terpilih
- Pahami karakter program (sistematika penulisan, tuntutan program, sasaran, tahapan)
- Persyaratan administrasi akademik
- Judul program (yang bombastis, belum diusulkan oleh orang lain)
- Permasalahan yang dimunculkan (baru dan belum dibahas oleh orang lain)
- Besaran dana sesuai skim
- Perhatikan jumlah halaman, warna cover
Yupz..tulislah apapun yang ingin kau tuliskan (tapi tetap perhatikan etika yaa).
Alhamdulillahirobbil'alamiin
.
Senin, 14 Mei 2012
Upgrading BEM REMA UPI 2012
Mengenang kebersamaan awal. Melihat gambar ini teringatkan kepada indahnya kebersamaan. Dibalik kebersamaan yang ceria inilah, kami dibuli (ko' kami??) sampai basah-basahan, kotor-kotoran, ckckck.
Siapa kami? ya. kami ini saya dan juga teman-teman yang lain (presiden, wakil presiden, serta menteri-menteri BEM REMA UPI 2012). Hampir seluruh menteri, kecuali menteri-menteri akhwat, diceburkan ke kolam di sana. Walaupun tidak sampai diceburkan, saya tetap basah dan kotor. Dan entah kemana menteri akhwat yang lain, katanya mah sembunyi sampai perangnya selesai. dan benarlah, mereka muncul ketika perang selesai. hmmm... lucu sekali ya mereka (saya gendokk dibuli sendiri).
Meskipun begitu, saya tetap senang bisa melihat semuanya terlihat akrab. Hmm, mereka terlihat ceria walaupun banyak program yang harus mereka kerjakan ke depannya. Banyak hal yang harus kita lakukan untuk terus membangun bangsa ini (weiiiiiissss)....mudah-mudahan foto di akhir kepengurusan nanti bisa lebih banyak dan lebih solid dari ini. aamiin ^_^
Jumat, 11 Mei 2012
SNSD-Dear Mom Lyrics
This song always reminds me to my mom
hmmmm so sad
check this out
Dear Mom-SNSD
서현: 오늘은 왠지 힘들고 지쳐
베개를 끌어안은 채 혼자 방안에 남아
제시카: 전화길 만지작거리는 나의 마음이
웬지 오늘따라 외로운거죠
써니: 갑자기 울린 전화에 놀라
밥 먹었는지 걱정하는 엄마 목소리가
태연: 귀찮게 들렸던 그 말이 오늘은 다른걸
잊고 있었던 약속들이 떠올라요
All: 마음이 예쁜 사람이 될게요
남을 먼저 생각하는 사람 될게요
티파니: 엄마의 사랑의 바램들을 지켜갈게요
윤아: 나와 꿈을 함께 나누던
제시카: 내 머릴 빗겨주던 엄마가 생각나
유리: 때론 잘못된 선택들로 아파했지만
아무 말 없이 뒤에서 지켜봐 주셨죠
티파니: 서툴고 어린 아이지만 이젠 알 것 같아요
엄마의 조용한 기도의 의미를
All: 마음이 예쁜 사람이 될게요
남을 먼저 생각하는 사람 될게요
태연: 엄마의 사랑의 바램들을 지켜갈게요
효연: 나와 꿈을 함께 나누던
써니: 내 머리를 빗겨주던 엄마가 생각나
제시카: 어떡하죠 아직 작은 내 맘이
서현: 엄마의 손을 놓으면 혼자 잘할 수 있을지
태연: 아직 부족한 것 같아 난 두려운 걸요
All: 지혜로운 엄마의 딸 될게요 (태연: 나에게 용기를 줘요)
어딜가도 자랑스런 딸이 될게요 (티파니: You’ve been there for me)
제시카: 엄마의 사랑의 바램들을 지켜갈게요
수영: 한없이 보여준 사랑만큼
태연: 따스한 맘을 가질게요
티파니: 수줍어 자주 표현 못했죠
서현: 엄마 정말로 사랑해요
In English:
I’m feeling tired today
Left alone in the room hugging a pillow
Touching my phone distracted my mind
It’s lonely to eat tonight
Suddenly, i was frightened by the ringing phone
my mom’s worried voice asked if i’ve eaten
these words annoyed me but today it’s different
The forgotten promises are remembered
I will be a person with pretty heart
And become a person who is selfless
I’ll keep the love of my mother’s wishes
I think of mother who used to share my dreams and brush my hair
Though I’ve made hurtful wrong choices
You silently watched over me from behind
But now I think more than an innocent child
The meaning of mom’s silent prayers
I will be a person with pretty heart
And become a person who is selfless
I’ll keep the love of my mother’s wishes
I think of mother who used to share my dreams and brush my hair
What will i do, yet my heart is small
Can I do better without holding mother’s hand
I’m afraid that it will still lack
I’ll be a wise daughter of my mom (Give me the courage)
I will be a proud daughter no matter where I go (You’ve been there for me)
I’ll keep the love of my mother’s wishes
I’ll show endless love
I’ll have a warm heart
I’m shy to express to mom
That I really love my mom
Perilaku Organisasi
BAB I
APAKAH PERILAKU ORGANISASI ITU?
Perilaku
Organisasi
Menurut Skiner (1938) seorang ahli psikologi, perilaku merupakan respon
atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). Sedangkan
istilah organisasi menurut Prof Dr. Sondang P. Siagian, “organisasi ialah
setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama
serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah
ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang / beberapa orang yang
disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.”
Perilaku
organisasi adalah satu bidang studi. OB mempelajari 3 determinan dalam
organisasi : Individu, kelompok, dan struktur. Di samping itu, OB menerapkan
pengetahuan yang didapatkan tentang dampak individu, kelompok, dan struktur
pada perilaku agar organisasi berjalan lebih efektif.
Fungsi manajemen
adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses
manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan
untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen yang
umum dikenal adalah menurut Henry Fayol yang terdiri dari empat, yaitu
planning, organizing, actuating, dan controlling.
1)
Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan
dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan
perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu.
2) Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan
besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah
manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk
melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut.
3) Pengarahan (actuating),menggerakkan orang-orang agar mau bekerja
dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai
tujuan yang dikehendaki secara efektif.
4) Pengendalian (Controlling) atau pengawasan adalah proses untuk
mengamati secara terus menerus pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana kerja
yang sudah disusun dan mengadakan koreksi jika terjadi.
Peran – Peran Manajemen
Otoritas formal yang dimiliki seorang pemimpin
memunculkan tiga peran interpersonal (hubungan antar manusia), tiga peran
informasional (berkaitan dengan informasi); dan peran desisional (berkaitan
dengan pengambilan keputusan).
1) Peran Interpersonal (Interpersonal Role)
Tiga
peran pemimpin yang muncul secara langsung dari otoritas formal yang dimiliki
pemimpin dan mencakup hubungan interpersonal dasar, yaitu:
a)
Peran sebagai yang dituakan (Figurehead Role)
b)
Peran sebagai pemimpin (Leader Role)
c)
Peran sebagai Penghubung (Liaison Role)
2) Peran Informasional (Informational Role)
Dikarenakan
kontak interpersonalnya seorang pemimpin muncul sebagai pusat syaraf bagi
unit organisasinya. Pemrosesan informasi merupakan bagian utama (key part) dari
tugas seorang pemimpin. Tiga peran pemimpin dalam aspek irformasional tersebut adalah sebagai berikut.
a)
Peran
sebagai monitor (Monitor Role)
b)
Peran
sebagai disseminator (Disseminator role)
c)
Peran
sebagai Juru bicara (Spokesman Role)
3) Peran Pengambilan Keputusan (Decisional Role)
Berkaitan
dengan peran pemimpin sebagai pengambil keputusan terdapat empat peran
pemimpin, yaitu:
a)
Peran sebagai wirausaha
(Entrepreneur Role)
b)
Peran sebagai pengendali
gangguan (Disturbance handler Role)
c)
Peran sebagai yang
mengalokasikan sumberdaya (Resource allocator Role)
d)
Peran sebagai negosiator
(Negotiator Role)
Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal
tiga keterampilan dasar. Ketiga keterampilan tersebut adalah:
Manajer tingkat atas (top manager)
harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi
kemajuan organisasi
yang kemudian dijabarkan menjadi
suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu yang
terangkum dalam rencana kerja.
2)
Keterampilan berhubungan dengan orang
lain (humanity skill)
Komunikasi yang persuasif harus selalu
diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya sehingga membuat
karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada
atasan.
3)
Keterampilan teknis (technical skill)
Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan
untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program
komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.
Selain
tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin menambahkan
dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu:
Merupakan keterampilan yang merujuk pada
kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara
bijaksana.
5)
Keterampilan membuat keputusan
Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan
masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat
keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok
manajer atas (top manager).
Empat kegiatan manajerial yang biasa dilakukan para
manajer, yaitu :
1) Manajemen
tradisional (pengambilan keputusan, perencanaan dan pengendalian),
2) Komunikasi
(bertukar informasi rutin dan memproses dokumen),
3) Manajemen
SDM (memotivasi, mendisiplinkan, mengelola konflik, mengalokasikan staf dan
melatih),
4) Pembangunan
jaringan (bersosialisasi, berpolitik dan berinteraksi dengan orang-orang luar).
Pendekatan sistematik yang digunakan dalam
buku ini akan menyingkapkan fakta-fakta dan hubungan-hubungan penting serta
akan memberikan dasar untuk membuat perkiraan-perkiraan tentang prilaku yang
lebih akurat. Fondasi pendekatan sistematik ini adalah keyakinan bahwa perilaku
itu tidak bersifat acak. Perilaku berasal dan diarahkan menuju satu titik akhir
yang diyakini pelaku entah benar atau salah sebagai kepentingan terbaiknya. Perilaku
umumnya dapat diperkirakan jika kita tahu bagaimana orang tersebut menyikapi
situasi dan apa yang penting baginya.
Perilaku
organisasai merupakan ilmu perilaku terapan yang dibangun dengan dukungan
sejumlah disiplin perilaku. bidang –bidang yang menonjol adalah psikologi,
sosiologi, psikologi social, antropologi, dan ilmu politik.
1.
Menyikapi
Globalisasi
2. Mengelola Keberagaman Tenaga Kerja
3. Peningkatan Kualitas dan Produksivitas
4. Menyikapi Kelangkaan Tenaga Kerja
5. Peningkatan Layanan Pelanggan
Ada dua bidang yang harus di kuasai pada level ini yaitu manajemen diri
dan manajemen waktu.
1. Manajemen Diri
2. Manajemen Waktu
Variabel
– variabel dependen adalah faktor – faktor kunci yang akan dijelaskan atau
perkirakan dan yang terpengaruh sejumlah faktor lain. Hal ini lebih ditekankan
pada produktivitas, keabsena, pengunduran diri karyawan, kewargaan, dan
kepuasan kerja.
Variabel-variabel
independen ini terdiri dari variabel-variabel individu dan variabel-variabel
kelompok.
Variabel
– variabel individu. Terdapat empat variabel level – individu lain yang
terbukti mempengaruhi perilaku karyawan, persepsi, pengambilan keputusan
individu, pembelajaran, dan motivasi.
Variabel level kelompok merupakan perilaku
seseorang dalam kelompok melebihi jumlah total semua orang tersebut yang
bertindak sendiri. Langkah berikutnya untuk lebih mengerti tentang perilaku
organisasi adalah mempelajari perilaku kelompok.
Variabel
– Variabel Level Sistem Organisasi
Variabel – variabel level sistem organisasi adalah
perilaku organisasi menjangkau level tertinggi kecanggihan ketika kita
menambahkan struktur formal ke dalam pengetahuan kita sebelumnya tentang
individu dan berkelompok. Rancangan organisasi formal, proses kerja, dan pekerjaan;
kebijakan–kebijakan dan praktik–praktik sumber daya manusia (yakni, proses
seleksi, program–program latihan, metode–metode evaluasi kinerja), dan
kebudayaan internal semua berdampak pada variabel–variabel dependen.
Sumber:
Robbins, Stephen P. dan
Timothy A. Judge. 2008. Perilaku Organisasi Edisi ke-12, Jakarta:
Salemba Empat.
Langganan:
Postingan (Atom)
